Jenius Dan Egois, Ini Kisah Hideo Kojima, Lulusan Ekonomi Yang Jadi Sosok Pembuat Game Tersohor di Dunia

Hideo Kojima muda

Bagi yang mungkin belum mengenalnya, Hideo Kojima adalah salah satu pembuat game legendaris asal Jepang. Seri Metal Gear Solid adalah judul yang membuat namanya menjadi tersohor di seluruh dunia. Tak hanya membuat game, ia juga menjadi tokoh perubahan dalam dunia game, dengan berbagai inovasi bermain yang ia temukan.

Sebagai tokoh yang disegani, Kojima juga nggak lepas dari kontroversi atas tindak-tanduknya. Seperti game terbarunya Death Stranding yang hingga kini hanya sekedar video demo saja. Kalau gitu langsung kita simak aja yuk, kisahnya.

(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-30’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

 

Tidak pernah bercita-cita untuk menjadi pembuat game

Hideo Kojima, lahir di Tokyo, Jepang, pada 24 Agustus 1963. Ia adalah bungsu dari tiga bersaudara. Keluarga Kojima adalah pecinta film sejati, bahkan ia nggak boleh tidur kalau film yang ia tonton belum selesai.

Sejak ayahnya wafat pada umur 13 tahun, Kojima sering tinggal di rumah sendiri saat yang lain pergi. Untuk mengusir rasa kesepian, Kojima selalu menonton televisi. Bahkan dalam sebuah wawancara pada tahun 2004, ia berkata bahwa kebiasaannya tersebut terbawa hingga sekarang setiap ia menginap seorang diri di hotel.

Hideo Kojima muda
kirain ini Hans Fast and Furious / via metalgearsolid.be

Beranjak dewasa, Kojima memiliki cita-cita untuk menjadi seorang ilustrator atau pembuat film. Namun, saat itu lingkungan di Jepang memandang sebelah mata profesi industri kreatif, karena memiliki pendapatan yang kecil. Tekanan sosial inilah yang membuat Kojima frustrasi dan memilih melanjutkan pendidikan di bidang ekonomi.

Namun, hasratnya untuk menjadi pelaku seni kreatif masih menggebu saat itu. Ia dan temannya pun memutuskan untuk menggarap film amatir dengan kamera 8mm. Wah, jika saat itu sudah ada YouTube, kojima mungkin sudah jadi YouTuber.

(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-2’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

The Protopia Serial Murder Case
The Protopia Serial Murder Case / via nsidr.com

Tapi, Kojima mulai menyadari saat itu juga ia kecanduan bermain game dari Nintendo Famicom. Ia pun terinspirasi dengan permainan Super Mario Bross dan The Portopia Serial Murder Case. Hingga pada tahun ke-4 ia pun mengumumkan niatnya untuk berkarir di dunia game.

Teman-teman kojima saat itu terkejut dan menentang niatnya tersebut. Ini tentu saja karena saat itu game adalah industri baru, dan bahkan sebagai profesi yang jauh lebih tidak dihormati dibanding pembuat film. Saat itu di Jepang, perusahaan game lebih banyak diisi oleh orang-orang yang putus sekolah dan tidak diterima perusahaan bonafit. Orang-orang yang terbuang.

Kali ini Kojima tidak goyah, apalagi setelah ibu nya mendukung penuh keputusan tersebut dan membuat tekadnya semakin bulat. Ia pun bergabung dengan Konami pada tahun 1986. Di sinilah ia mulai meniti karir pofesiona nya sebagai pembuat game.

 

Metal Gear Solid yang legendaris

Perjalanan Hideo Kojima bersama Konami ternyata tidak mudah. Karena kurang akrabnya dengan pemrograman, seringkali ide Kojima diabaikan bahkan di hina oleh rekan kerjanya yang lain. Ini yang membuat ia sempat berfikir untuk pindah ke Nintendo, tapi ia urung melakukan hal tersebut.

Game pertama yang dikerjakan oleh Kojima adalah Penguin Adventure. Bertindak sebagai asisten direktur, ia membuat game ini menjadi lebih banyak elemen dan mekanisme yang diperbaharui. Karena kesuksesan inilah yang membuat ia mencoba menawarkan game yang ia kerjakan sendiri, berjudul Lost Warld. Tapi game ini ditolak oleh atasannya sendiri.

Metal Gear jadul
Grafik nya bikin sakit mata ya / via gaminghistory101.com

Namun, setelah itu seorang senior nya memberikan mandat untuk mengambil alih proyek miliknya yang berjudul Metal Gear. Namun, keterbatasan hardware untuk mengembangkan game aksi tersebut menjadi kendala. Tapi disinilah sisi magis dari Hideo Kojima hadir.

Gameplay Metal Gear pun berubah dengan fokus menyelesaikan misi dengan menghindari pertarungan secara langsung. Inilah contoh paling awal dari genre stealth game yang membuat game ini sukses besar di pasaran dan bahkan metode bermain nya dipakai oleh banyak game lain hingga sekarang.

Zaman masih noob nih! / via reddit.com

Saking suksesnya, Nintendo saat itu pun merilis game yang sebenarnya dirilis untuk PC ini kedalam konsol mereka. Walaupun kemudian menjadi polemik, karena Kojima tidak dilibatkan dalam perilisan ini, hingga membuat ia mengkritik habis Nintendo.

Seri Metal Gear Solid pun terus dikembangkan oleh Kojima untuk berbagai platform. Sampai pada akhirnya Kojima berhenti pada seri Metal Gear Solid V: Phantom Pain dan hengkang dari Konami di tahun 2015.

 

Kojima vs Konami

Saat kabar hengkangnya Hideo Kojima dan tim dari Konami, seketika dunia game menjadi ramai. Kojima memang layaknya bintang rock di dunia game, jadi kabar miring tentangnya langsung saja mendapat perhatian orang banyak. Saya sendiri saat itu tak henti-hentinya mencari informasi jelas mengenai berita ini, karena kedua belah pihak seakan bungkam dan bahkan saat itu Hideo Kojima tak mau menampakkan diri seakan hilang di telan bumi.

Baca:  6 Momen Memalukan Saat Video Game Berusaha Tampil Seksi Melalui Karakternya

Perseteruan ini bermula saat perilisan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Memang rumor mengenai habisnya kontrak Hideo Kojima dan Kojima Productions di bulan Desember, sudah menghembuskan isu kuat bahwa mereka akan berpisah. Dan isu itu mulai diperkuat dengan hilangnya nama kojima pada seri Metal Gear tersebut.

Kojima dan Metal Gear terakhirnya
Kojima dan Metal Gear terakhirnya :'( / via ungeek.ph

Tak hanya Metal Gear, website serta akun sosial media yang menaungi Kojima Productions, tiba-tiba saja semuanya diambil alih oleh Konami. Bahkan nama Hideo Kojima sudah tidak lagi tercantum sebagai salah satu tim di website Konami.

Tak pelak, Konami dituduh “membunuh” Kojima oleh para fans dan pengamat game. Bahkan saat game nya memenangkan The Games Awards 2015 sebagai game aksi terbaik, Kojima tidak diperkenankan datang. Yang semakin membuat para fans marah, Konami tak juga mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hal ini. Juru bicara Konami sendiri juga hanya mengatakan bahwa Kojima mengambil cuti panjang dari pekerjaan.

Kojima dan Konami
Ekspresi saat melihat MGS baru yang jelek / via gamerant.com

Tapi, sejam setelah keadaan semakin memanas, Konami akhirnya memberi pernyataan resmi melalui media Games Spark Jepang. Hideo Kojima resmi keluar dari Konami dan Kojima Productions dibubarkan. Tapi polemik rupanya tak berhenti. Para penggemar dan gamer masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Kojima dan Konami. Apalagi Kojima dan Konami sudah bekerja sama sekitar 30 tahun lamanya.

Konami enggan mengungkapkan apapun setelah pernyataan resminya. Tapi, salah seorang komposer musik yang juga pernah berkecimpung dalam seri Metal Gear, Rika Muranaka, memberikan pendapat bahwa kemungkinan Konami memecat Kojima karena sifatnya yang boros. Tapi Rika juga memberi alasan Kojima bertindak seperti itu karena ia ingin game yang ia buat sempurna.

Memang Metal Gear Solid V: The Phantom Pain dikatakan memiliki anggaran pembuatan yang mencapai triliunan rupiah. Tapi tentu saja hal ini terbayarkan karena game tersebut sangat sukses dan menjadi salah satu game terbaik yang pernah ada.

 

Sosok yang kontroversial

Seperti yang saya singgung sebelumnya, Hideo Kojima bak bintang rock di dunia game. Hal-hal mengenai tentangnya kerap kali menjadi kontroversi di dunia game. Seperti halnya perseteruannya dengan Konami yang dibahas sebelumnya.

Kembali menurut Rika Muranaka, Kojima dikatakan memiliki gaji yang sangat besar saat di Konami, tapi ia tak mendapat keuntungan sepeser pun dari game yang ia buat. Jadi jika game buatannya tidak laku, Kojima tidak akan pernah rugi tapi Konami lah yang merugi. Untung saja ia selalu membuat game dengan sukses.

Kojima Kantoku
Kojima-san eh Kantoku :p / via heavy.com

Selain itu saat masih di Konami, Kojima benci dipanggil sebagai Kojima-san atau yang berarti tuan Kojima. Ia hanya mau dipanggil dengan sebutan Kantoku atau yang berarti sutradara dalam perfilm-an.

Kojima juga dikenal sebagai orang yang perfeksionis saat membuat game, jadi seringkali ia terlihat berlebihan. Banyak dari gamer membenci hal ini, mengatakan Kojima terlalu memikirkan dirinya sendiri dan tidak menghargai orang lain. Ia selalu ingin merasa puas, tapi itu hanya untuk dirinya sendiri.

Setelah berpisah dengan Konami, Kojima membuat perusahaan game nya sendiri bernama Kojima Productions yang telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Sony entertainment. Kojima dipercaya membuat sebuah franchise game khusus Playstation berjudul Death Stranding.

Tapi kontroversi kembali terjadi, karena Death Stranding tak pernah hadir hingga sekarang. Hideo Kojima seakan terlihat bermain-main dengan para gamer. Sejak 2016 Death Stranding tak lebih dari sekedar video trailer. Bahkan E3 2018 kemarin, lagi-lagi Death Stranding hanya menampilkan trailer gameplay yang tidak begitu jelas.

Saat itu Kojima yang turut hadir di E3 2018 mengatakan Death Stranding akan rilis sebelum 2019. Namun, hingga sekarang game tersebut tak pernah muncul sedikitpun ke permukaan. Tapi beberapa hari yang lalu Kojima menegaskan melalui akun Twitter miliknya, bahwa Death Stranding tetap akan rilis dan sebentar lagi akan masuk tahap debugging. Ia juga mengatakan setiap hari memainkan game tersebut untuk mengecek tiap elemen agar game tersebut benar-benar sempurna.

Semoga saja Death Stranding nggak gagal rilis seperti Silent Hill P.T. yang dahulu Kojima buat.

Dibalik kontroversi dan sikapnya yang egois, Hideo Kojima adalah orang yang sangat berpengaruh dan dihormati dalam industri game. Mungkin kita tak akan pernah merasakan stealth game dan mekanisme gameplay keren lainnya jika tidak ada Hideo Kojima. Teruslah berkarya Kojima Kantoku!

(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-22’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-63’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

(function ($) {
var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-65’);
var number_show_ads = “0”;
var number_hide_ads = “0”;
if ( number_show_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);
}
if ( number_hide_ads > 0 ) {
setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);
}
})(jQuery);

The post Jenius Dan Egois, Ini Kisah Hideo Kojima, Lulusan Ekonomi Yang Jadi Sosok Pembuat Game Tersohor di Dunia appeared first on Selipan.com.